Senin, 15 April 2024

Mantan Aspri Gus Dur : PKB dan NU Ibarat Dua Sisi Mata Uang Yang Sulit Dipisahkan

Semakin dekatnya jadwal pemilu 2024, tensi politik di tanah air mulai memanas nama-nama bakal capres sudah bermunculan di mulai dari Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.

Nama-nama bakal calon wakil presiden pun sudah bermunculan mulai dari Cak Imin, Erick Thohir, AHY, Gibran, Khofifah hingga yang  terbaru Yenny Wahid.

Semua publik menunggu putusan resmi dari masing-masing partai, siapa capres-cawapres 2024 yang bakal maju yang artinya siapa berpasangan dengan siapa, memang ini layak dinanti dan jadi pembahasan politik paling menarik mulai dari istana negara sampai obrolan warung kopi.

Bicara politik sudah pasti bicarakan soal NU, layaknya sayur tanpa garam tanpa membahas ini. Kenapa, kita ketahui bersama bahwasannya NU selalu menjadi primadona (mempunyai daya tarik yang sangat luar biasa) dalam peta politik national.

 

PKB dan NU Adalah Satu

Laksana dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan, bahwasannya PKB merupakan wadah politik Nahdliyin. Tanpa kehadiran partai politik, NU tidak bisa berkiprah dalam mempengaruhi kebijakan pembangunan demi tercapainya kesejahteraan masyarakat, tegas H. Sulaiman (Mantan Aspri Gus Dur)

Sampai hari ini partai yang benar-benar memikirkan dan berjuang untuk NU adalah PKB dan ini sudah terbukti adanya hari santri nasionak (HSN) dan telah disahkannya UU dana abadi pesantren.

Tentunya hal ini menguatkan bahwa Gus Muhaimin dan kader-kader PKB berkomitmen memperjuangkan aspirasi para kiai, aspirasi para santri dan dunia pesantren.

Jadi jangan ragukan lagi kesetiaan, loyalitas dan kepercayaan PKB kepada NU, yang perlu di pertanyakan adalah partai-partai lain, yang datang ada maunya, sudah dapat apa yang dia mau, terus kita ditinggal, sambung H. Sulaiman.

PKB sudah jelas, yang mendirikan para kiai-kiai NU, nafas perjuangannya jelas yaitu “ahlusunnah wal jamaah” dan saat ini kader asli NU dan cucu salah satu pendiri NU yaitu ‘Gus Muhaimin’ atau Cak Imin akan maju sebagai capres atau cawapres 2024 mendatang, kita wajib mendukung untuk menjadi pemenang.

Masa ada kader sendiri yang maju, kita malah dukung orang lain, kan aneh …iya toh

Kita wajib bangga dan berbesar hati, ada kader terbaik NU yang akan maju capres atau cawapres apalagi nantinya bisa memimpin negeri ini, Masya Allah, Ujarnya.

Array

Berita Terkait

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *