Kamis, 17 September 2026
;

Masih Ada 7,22 Juta Pengangguran di Indonesia

 

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan data ketenagakerjaan Indonesia edisi Mei 2026 menunjukkan perbaikan dibandingkan Februari 2026, pada Rabu (5/8/2026).

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud menyebut, pada Mei 2026 penduduk usia kerja mencapai 220,23 juta orang.

“Jumlah tersebut meningkat sebanyak 689 ribu orang jika dibandingkan Februari 2026,” kata Edy. 

Dari jumlah tersebut, Edy menambahkan bahwa sebanyak 155,41 juta orang masuk dalam angkatan kerja atau meningkat 497 ribu orang. Sementara itu, jumlah penduduk yang bukan angkatan kerja tercatat 64,82 juta orang, naik 191 ribu orang.

Penyerapan tenaga kerja juga turut meningkat. Jumlah penduduk yang bekerja mencapai 148,19 juta orang atau bertambah 522 ribu orang dalam periode Februari–Mei 2026.

Sebaliknya, jumlah penganggur turun menjadi 7,22 juta orang, berkurang sekitar 24 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Sejalan dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 4,65% pada Mei 2026 dari 4,68% pada Februari 2026. 

Dibandingkan beberapa tahun terakhir, tren TPT juga tercatat turun. Jika mengacu pada data BPS, pada Februari 2022, TPT masih berada di level 5,83%, kemudian turun menjadi 5,45% pada Februari 2023, 4,82% pada Februari 2024, 4,76% pada Februari 2025, hingga mencapai 4,65% pada Mei 2026.

Dari sisi jam kerja, mayoritas pekerja merupakan pekerja penuh sebanyak 98,98 juta orang, naik 391 ribu orang dibandingkan Februari 2026.

Jumlah pekerja paruh waktu mencapai 38,42 juta orang atau bertambah 72 ribu orang, sedangkan setengah penganggur meningkat 59 ribu orang menjadi 10,79 juta orang.

Partisipasi angkatan kerja juga mengalami sedikit peningkatan. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) nasional naik menjadi 70,57% pada Mei 2026 dari 70,56% pada Februari 2026, meski masih sedikit lebih rendah dibandingkan November 2025 yang sebesar 70,95%.

Menurut jenis kelamin, TPAK laki-laki tercatat naik dari 84,57% jadi 85,14%. Sebaliknya, TPAK perempuan justru turun dari 56,41% menjadi 55,84%. 

Sementara dari sisi wilayah, tingkat pengangguran di perkotaan masih lebih tinggi dibandingkan perdesaan. TPT di perkotaan tercatat sebesar 5,54%, sedangkan di perdesaan sebesar 3,15%. Berdasarkan jenis kelamin, TPT laki-laki mencapai 4,85% dan perempuan sedikit lebih rendah, 4,32%.

Berita Terkait

;