Selasa, 5 Maret 2024

Fraksi PKB Sentil Jakpro Soal Rumput JIS

Ketua Fraksi PKB-PPP DPRD DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas heran bahwa rumput Jakarta Internasional Stadium (JIS) tidak standar FIFA. Hasbiallah menyebut bahwa PT Jakarta Propertindo (JakPro) mengatakan pembangunan stadion mengacu pada standar FIFA.

“Ini juga saya agak bingung kalau rumput JIS tidak standar FIFA. Pada waktu itu awal membangun yang kebetulan saya di komisi saya JakPro bilang standar FIFA, berarti antara pendapat Pak Menteri PUPR dan JakPro berbeda, itu yang saya agak heran kenapa kok tidak standar FIFA padahal pada waktu itu awal pembangunannya JakPro bilang ini standar FIFA,” kata Hasbiallah kepada wartawan, Selasa (4/7/2023).

“Kalau pembangunannya standar FIFA, kenapa sekarang tidak standar FIFA, berarti ini ada manipulasi, itu yang perlu dicek. Kalau memang standar FIFA tidak mungkin tidak terawat, ini perlu dipertanyakan ke JakPro bagaimana ini,” imbuhnya.

Hasbiallah mengaku pernah mengkritisi JakPro terkait pembangunan JIS ini pada saat rapat di Komisi B DPRD DKI. Hasbiallah menyebut pembangunan JIS sudah menghabiskan triliunan rupiah, sehingga dia tidak ingin uang rakyat terbuang sia-sia.

“Kan saya sudah pernah mengkritisi di Komisi B dulu pada waktu itu, pembangunannya triliunan, bukan hanya itu, pembangunan JIS itu saya alami dari zaman Pak Fauzi Bowo pembebasan lahan sampai Gubernur Pak Jokowi, terus Ahok sampai sekarang, kenapa kok tidak kelar-kelar, kan masalahnya ada apa. DKI sudah terlalu besar membangun JIS triliunan, kalau tidak sesuai spek yang ada kan sia-sia uang rakyat,” katanya.

Hasbiallah menambahkan bahwa pada saat rapat dengan Komisi B itu, JakPro mengklaim bahwa JIS menggunakan standar FIFA. Dia pun mempertanyakan proses pembangunan.

“Waktu itu JakPro mengklaim ini standar FIFA kita kan nggak paham di komisi ini. Standar FIFA itu klasifikasinya seperti apa, ini PUPR memang di bawah tenaga ahli berarti ada yang dilanggar oleh pembangunan itu,” ucap Hasbiallah.

Fraksi PKB, kata Hasbiallah, sudah mengkritisi pembangunan JIS. PKB juga disebut mengusulkan panitia khusus atau pansus untuk JIS, akan tetapi usulan tidak diterima fraksi lainnya.

“Dari awal saya sudah mengatakan itu Fraksi PKB waktu pagar itu rubuh kita meminta untuk diadakan pansus khusus JIS karena mengahabiskan dana triliunan, dari awal saya meminta sampai hari ini tidak direalisasi mungkin fraksi-fraksi tidak setuju,” kata Hasbiallah.

 

Menteri PUPR Sebut Rumput JIS Tak Standar FIFA

Sebelumnya PSSI hingga Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono telah mengecek JIS. Basuki mengatakan rumput di JIS tidak memenuhi standar FIFA. Basuki mengatakan rumput JIS akan diganti untuk pergelaran Piala Dunia U-17.

“Hari ini kita melihat JIS stadion kita yang sangat bagus ini. Namun kita evaluasi kira-kira kalau nanti diperiksa, dievaluasi FIFA mudah-mudahan sudah memenuhi standar itu. Salah satu yang utama rumput,” kata Basuki setelah meninjau JIS, Selasa (4/7/2023).

“Kondisi rumput sekarang menurut evaluasi ahlinya yang juga mengevaluasi 22 (stadion), termasuk yang memasang rumput GBK untuk Asian Games, jelas tidak masuk standar FIFA kalau dengan kondisi sekarang,” lanjut dia.

Penjelasan JakPro

Pihak pengelola Stadion JIS, PT Jakarta Propertindo (JakPro) sebelumnya mengklaim kalau stadionnya sudah berstandar FIFA. JakPro menyebut awal pembangunan sudah mengacu pada standar FIFA.

“JIS ini dari awal perencanaan sudah mengacu pada standar FIFA, karena di situ banyak requirement dan rekomendasi yang atur detail tidak hanya di lapangan, tapi semua fasilitas dan 1 kawasan. Kita berdiri di field of play, lapangan utama, dari ukuran sudah memenuhi standar FIFA. Karena di JIS semua mulai dari pemilihan lokasi, akses, dan penempatan,” kata Project Director JIS, Arry Wibowo, di JIS, Senin (3/7).

Berita Terkait

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.