Selasa, 5 Maret 2024

Survei indEX tunjukkan elektabilitas PSI capai 6,1 persen, di bawah PKB

Hasil survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research menunjukkan elektabilitas PSI mencapai 6,1 persen, berada di atas PKS dan di bawah PKB

Adapun elektabilitas Partai Gerindra meningkat dari 13,8 persen pada Maret 2023 menjadi 14,6 persen pada Mei 2023.

“Gerindra terus mengalami kenaikan elektabilitas, sedangkan PDI Perjuangan cenderung stagnan dan semakin ditempel ketat oleh Gerindra,” kata Direktur Eksekutif indEX Research Vivin Sri Wahyuni dalam hasil survei yang diterima di Jakarta, Minggu.

Menurut Vivin, tren elektabilitas usai pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 mengancam upaya PDI Perjuangan untuk menang tiga kali berturut-turut atau menciptakan hattrick pada Pemilu 2024. Elektabilitas PDI Perjuangan pada Mei 2023 sebesar 15,5 persen.

Sementara itu, Partai Golkar yang memimpin Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) berada pada peringkat tiga besar dengan elektabilitas sebesar 8,1 persen.

Vivin mengatakan KIB awalnya disebut-sebut menjadi sekoci bagi Presiden Jokowi untuk mengusung Ganjar di tengah ketidakjelasan sikap PDI Perjuangan saat itu. Sikap PDI Perjuangan yang kini resmi mengusung Ganjar membuat landasan terbentuknya KIB pun seolah-olah runtuh.

Partai Demokrat tergabung dalam Koalisi Perubahan yang mengusung Anies Baswedan sebagai bakal capres. Elektabilitas Partai Demokrat dalam survei tersebut mencapai 7,0 persen. Berikutnya, elektabilitas PKB mencapai 6,6 persen, Partai Solidaritas Indonesia 6,1 persen, dan PKS 5,2 persen.

PKB tergabung dalam koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) bersama Partai Gerindra, sedangkan PSI menyatakan ingin masuk ke dalam koalisi besar dan PKS menjadi salah satu anggota Koalisi Perubahan.

Partai NasDem satu-satunya partai dari kubu Pemerintah yang menjagokan Anies, tetapi elektabilitasnya jauh di bawah yakni hanya 2,4 persen.

Selanjutnya, dua partai pemerintah lainnya bernasib serupa dengan Partai NasDem, yakni terancam gagal melenggang kembali ke Senayan, yaitu PPP dengan elektabilitas 2,2 persen dan PAN 2,1 persen.

Belakangan PPP memutuskan untuk mendukung pencalonan Ganjar sebagai bakal capres, sedangkan PAN belum menyatakan sikap yang jelas. PPP dan PAN merupakan dua partai yang tergabung di dalam KIB bersama Golkar.

Berikutnya adalah perolehan elektabilitas partai-partai baru dan partai non-parlemen, seperti Perindo 1,4 persen; Gelora 1,1 persen; dan Ummat 0,8 persen; PBB 0,4 persen; Hanura 0,3 persen; dan PKN 0,1 persen. Partai Garuda dan Partai Buruh nihil elektabilitas, sedangkan sisanya menyatakan tidak tahu atau tidak jawab 26,1 persen.

Survei Index Research dilakukan pada 28 April-2 Mei 2023 terhadap 1.200 responden melalui telepon. 

Berita Terkait

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.