Kamis, 25 Juli 2024

PDIP Sangat Terbuka Jika PKB Ikut Gabung Usung Ganjar

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, mengatakan partainya dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memiliki sejarah panjang ihwal kerja sama politik. Tentu PDIP terbuka jika pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024, Abdul Muhaimin Iskandar bergabung untuk mengusung Ganjar Pranowo.

“Kami welcome, karena kerja sama itu kan menjadi suatu keharusan menjadi bagian dari kultur bangsa. Apalagi hubungan PDI Perjuangan dengan PKB itu kan memang dari sejarah pembentukannya dari aspek ideologi kedekatan para pemimpinnya,” ujar Hasto.

Komunikasi dengan PKB juga terjalin sangat baik, ditambah dengan kehadiran Ketua DPP PDIP Puan Maharani ke kediaman Muhaimin. Jika PKB bergabung, tentu pihaknya akan mengumumkan secara resmi ke publik.

“Kita lihat momentum yang tepat, karena PDI perjuangan sudah banyak melakukan dialog secara intens. Maka juga dibentuk tim kecil setelah Mbak Puan, kemudia Pak Said Abdullah, dan Mas Bambang Pacul berkeliling, maka kemudian tim inilah yang menindaklanjuti,” ujar Hasto.

Sebelumnya, Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa pihaknya solid bersama Partai Gerindra di Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). Namun, tentu ada peluang partainya ke PDIP jika partai pimpinan Prabowo Subianto itu tak memberikan kepastian.

“Kalau kemudian PDIP memberi harapan baru pada saya, itu barangkali nanti kalau tidak ada kepastian di Gerindra, ya ikut PDIP aja,” ujar Muhaimin di Kantor DPP PKB, Jakarta, Jumat (4/8/2023).

Peluang tersebut ada, mengingat namanya juga masuk di dalam kandidat calon wakil presiden (cawapres) untuk Ganjar. Namun, PKB tentu akan melihat terlebih dahulu tawaran dari partai berlambang kepala banteng itu.

“Tapi saya sampaikan sampai hari ini masih ada kepastian (dengan Gerindra),” ujar Muhaimin.

Muhaimin sendiri masih percaya diri menjadi cawapres pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Tugasnya saat ini adalah berusaha agar kursi tersebut diperolehnya, di mana saat ini berjuang untuk menjadi pendamping Prabowo.

“Jadi jangan rumongso atau merasa paling terpilih atau jangan rumongso merasa tidak terpilih, itu semua misteri. Tugas kita ini adalah berusaha yang terbaik untuk mendapatkan peran itu, karena apa, karena saya ini kan sebetulnya tugas aja,” ujar Cak Imin.

Berita Terkait