Selasa, 5 Maret 2024

Profil Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar

Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, nama ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar kembali mendapat sorotan karena disebut-sebut akan mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2024. Bahkan, Gerindra dan PKB telah meresmikan sekretariat bersama (sekber) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, yang merupakan tindak lanjut koalisi kedua partai tersebut.

Abdul Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin, tetapi kini lebih suka dipanggil Gus Muhaimin, lahir di Jombang, Jawa Timur, 24 September 1966. Ayahnya adalah Muhammad Iskandar yang merupakan guru di Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif, Jombang

Setelah lulus dari Madrasah Aliah Negeri 1 Yogyakarta pada 1985, Muhaimin Iskandar melanjutkan pendidikannya di FISIP Universitas Gadjah Mada (UGM). Sepuluh tahun kemudian, tepatnya pada 2001, ia meraih gelar master di bidang komunikasi dari Universitas Indonesia (UI). Pada 2017, Muhaimin Iskandar dianugerahi gelar doktor kehormatan dari Universitas Airlangga Surabaya.

Sejak kuliah, Muhaimin Iskandar sudah aktif dalam pergerakan mahasiswa, antara lain bergabung dengan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), dan Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKIS) Yogyakarta.

Pada era reformasi, Muhaimin Iskandar bersama tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama, termasuk Abdurrahman Wahid (Gus Dur), mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pengalamannya berorganisasi mengantarkannya menduduki jabatan sekretaris jenderal PKB periode 2000-2005. Di DPR, ia tercatat menjadi ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) periode 1999-2004, wakil ketua DPR periode 2004-2009 dan periode 2019-2024. Pada 2018-2019, Muhaimin dipercaya menjadi wakil ketua MPR.

Di masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono, Muhaimin Iskandar menduduki jabatan menteri tenaga kerja dan transmigrasi (menakertrans) pada 2009-2014. Saat menjadi menakertrans, salah satu legacy-nya adalah membuat kerja sama (MoU) dengan Arab Saudi untuk memberikan perlindungan kepada tenaga kerja Indonesia (TKI) atau yang sekarang disebut pekerja migran Indonesia (PMI). Muhaimin menjadi orang pertama yang bisa “memaksa” Kerajaan Arab Saudi menandatangani MOU dengan negara lain, yakni Indonesia.

 

Muktamar Semarang

Di tengah perpecahan yang terjadi di internal partai politik berbasis massa Nahdlatul Ulama itu, Muhaimin terpilih menjadi ketua umum melalui Muktamar Semarang pada 2005. Muktamar tersebut juga menetapkan Gus Dur sebagai ketua Dewan Syuro. Namun, menjelang Pemilu 2009, Muhaimin diberhentikan dari jabatannya karena dinilai melakukan banyak manuver. Ia lebih condong memberi dukungan kepada Susilo Bambang Yudhoyono ketimbang pamannya, Abdurrahman Wahid.

Keputusan Muktamar Semarang yang menempatkan Muhaimin sebagai ketua umum PKB juga sempat digugat oleh jajaran elite PKB kubu Abdurrahman Wahid, tetapi akhirnya ditolak MA. Struktur kepengurusan PKB hasil Muktamar Semarang di bawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar akhirnya tetap dinyatakan sah. Sejak itu, PKB terus berada di bawah komandonya, hingga pada Muktamar Bali, suami dari Rustini Murtadho ini secara aklamasi terpilih kembali sebagai ketua umum untuk periode 2019-2024.

Di bawah komando Muhaimin, perolehan suara PKB dalam Pemilu 2014 kembali meroket dengan pencapaian 11.292.151 suara (9,04%) atau setara 47 kursi di DPR. Lima tahun sebelumnya atau pada Pemilu 2009, PKB hanya memperoleh 5.146.302 suara (4,95%) dan mendapat 28 kursi DPR. Selanjutnya dalam Pemilu 2019, PKB memperoleh 58 kursi dengan jumlah suara 13.570.970.

Ayah tiga anak ini tidak hanya dikenal piawai memainkan strategi politik, juga lihai memotivasi kader-kadernya. Tekad mengibarkan bendera kejayaan PKB terus dilakukan. Sampai saat ini, dia terus mengajak keluarga besar PKB bekerja lebih keras dengan memasifkan politik silaturahmi, membangun kantong-kantong kekuatan nahdiyin, serta memperkuat sinergisitas Nahdlatul Ulama dan PKB.

Pada Pilpres 2019, Muhaimin Iskandar sempat mendeklarasikan diri menjadi cawapres untuk disandingkan dengan Joko Widodo. Bahkan, dia sempat meresmikan Posko Join di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Namun, beliau lebih memilih mengusung KH. Ma’ruf Amin menjadi cawapres untuk mendampingi Jokowi. Pada Pilpres 2024, Muhaimin Iskandar digadang-gadang menjadi cawapres mendampingi Prabowo Subianto.

Berita Terkait

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.